(SeaPRwire) –   SINGAPURA, 1 Februari 2024 — Pada 31 Januari 2024, Mahkamah Agung Singapura dan Mahkamah Kasasi Prancis mengadakan Meja Bundar Yudisial Singapura-Prancis yang merupakan tonggak pertama dalam kolaborasi antara kedua lembaga peradilan tersebut.

Hakim Ketua Sundaresh Menon (tengah) dan para hakim dari Mahkamah Agung Singapura di Meja Bundar Yudisial Singapura-Prancis yang perdana.
Hakim Ketua Sundaresh Menon (tengah) dan para hakim dari Mahkamah Agung Singapura di Meja Bundar Yudisial Singapura-Prancis yang perdana.

Yang Mulia Hakim Ketua Sundaresh Menon dari Singapura, dan Yang Mulia Presiden Pertama Christophe Soulard dari Mahkamah Kasasi Prancis, secara bersama-sama menjadi ketua Meja Bundar yang dihadiri oleh para hakim dan pejabat peserta dari Singapura dan Prancis.

Meja Bundar membahas mengenai hubungan antara teknologi dan sistem peradilan. Meja Bundar tersebut mencakup presentasi oleh Hakim Aedit Abdullah dan Hakim Goh Yihan dari Mahkamah Agung Singapura, yang masing-masing membahas mengenai bagaimana teknologi telah dimasukkan ke dalam prosedur dan proses pengadilan, dan persoalan hukum yang timbul dari kemajuan kecerdasan buatan (AI).

Dalam sambutan pembukaannya, Hakim Ketua Menon mengatakan bahwa kemajuan teknologi terkini, khususnya dalam bidang AI, telah membuka prospek baru dan menarik mengenai penggunaan teknologi oleh lembaga peradilan; dan inovasi-inovasi ini juga telah melahirkan berbagai persoalan hukum baru dan kompleks yang akan disidangkan di pengadilan. Oleh karena itu, sudah sepatutnya Meja Bundar tersebut berfokus pada hubungan antara teknologi dan sistem hukum Singapura dan Prancis.

Meja Bundar ini dirintis saat pertemuan bilateral di Mahkamah Kasasi Prancis pada Mei 2023, tempat lembaga peradilan Singapura dan Prancis menandatangani Nota Kesepahaman (MoU) untuk kerja sama yudisial. Dalam Nota Kesepahaman tersebut, kedua lembaga peradilan setuju untuk melakukan dialog dan pertukaran pemikiran tentang bidang-bidang penting seperti penggunaan teknologi, dan tren penyelesaian perselisihan saat ini dan yang sedang berkembang.

Hakim Ketua Menon menyatakan bahwa ia yakin Meja Bundar tersebut akan menjadi platform yang signifikan bagi lembaga peradilan Singapura dan Prancis untuk bertukar gagasan dan pengalaman, dan akan membuka banyak kesempatan untuk kolaborasi yang membuahkan hasil antara kedua lembaga peradilan.

Untuk informasi lebih lanjut, kunjungi .

Artikel ini disediakan oleh pembekal kandungan pihak ketiga. SeaPRwire (https://www.seaprwire.com/) tidak memberi sebarang waranti atau perwakilan berkaitan dengannya.

Sektor: Top Story, Berita Harian

SeaPRwire menyampaikan edaran siaran akhbar secara masa nyata untuk syarikat dan institusi, mencapai lebih daripada 6,500 kedai media, 86,000 penyunting dan wartawan, dan 3.5 juta desktop profesional di seluruh 90 negara. SeaPRwire menyokong pengedaran siaran akhbar dalam bahasa Inggeris, Korea, Jepun, Arab, Cina Ringkas, Cina Tradisional, Vietnam, Thai, Indonesia, Melayu, Jerman, Rusia, Perancis, Sepanyol, Portugis dan bahasa-bahasa lain.